3 Indra Pendengaran

Indikator Pencapaian

3.10.18Menjelaskan struktur dan fungsi telinga

3.10.19Menjelaskan mekanisme pendengaran dengan benar

3.10.20Menjelaskan struktur dan fungsi lidah

3.10.21Menjelaskan struktur dan fungsi kulit.

Organ yang berfungsi sebagai indra pendengaran adalah telinga. Getaran saura yang dapat didengar oleh manusia berada pada rentang frekuensi 20-20.000 Hz yang dikenal dengan audiosonik. Secara struktural telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan struktur telinga pada Gambar 19 berikut.
Gambar 19. Struktur Telinga Manusia (Sumber: turbosquid.com)

  1. Telinga luar
    Pada dasarnya telinga luar hanya berfungsi untuk mengumpulkan getaran dan meneruskannya ke telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan saluran telinga. Daun telinga berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan getaran suara lalu meneruskannya ke saluran telinga hingga menuju membran timpani.
  2. Telinga tengah
    Telinga tengah meliputi seluruh bagian pada rongga timpani. Telinga tengah dimulai dari membran timpani, tulang pendengaran (osikel audritori) hingga tingkap oval. Membran timpani merupakan selaput tipis yang sensitif terhadap getaran. Membran timpani juga memiliki saraf sehingga dapat merasakan nyeri. Rongga timpani dihubungkan oleh saluran Eustachius dengan nasofaring untuk menjaga keseimbangan tekanan udara antara bagian dalam dan luar membran timpani. Keseimbangan tekanan udara tersebut memungkinkan membran timpani dapat bergetar dengan bebas.

    Tulang pendengaran (osikel audritori) terdiri dari tiga tulang kecil, yaitu: tulang martil (maleus), tulang landasan (incus) dan tulang sanggurdi (stapes). Tulang pendengaran berfungsi untuk mentransmisikan getaran dari membran timpani menuju tingkap oval.
  3. Telinga dalam
    Telinga dalam berbentuk labirin dan terletak di dalam tulang temporal. Telinga tengah memiliki struktur seperti labirin yang disebut dengan labirin ossea. Telinga dalam tersusun dari saluran setengah lingkaran (semisirkular), vestibuli dan koklea (rumah siput).

    Struktur labirin paling luar dan keras disebut dengan labirin ossea, sedangkan di dalamnya memiliki labirin yang lebih lunak yang disebut dengan labirin membranosea. Pada koklea terdapat tiga saluran yang dipisahkan oleh membran. Tiga saluran tersebut adalah skala vestibuli, saluran koklea dan skala timpani. Diantara saluran koklea dan skala timpani terdapat serabut saraf vestibulikoklear yang berfungsi untuk mentransmisikan getaran menjadi impuls saraf. STruktur koklea dapat dilihat pada Gambar 20 berikut

    Gambar 20. Irisan Melintang Koklea (Sumber: tulane.edu).

Mekanisme Pendengaran
  1. Getaran suara yang merambat melalui udara akan ditangkap oleh daun telinga dan diteruskan menuju membran timpani oleh saluran telinga.
  2. Membran timpani akan bergetar hingga merambat ke tulang pendengaran (osikel auditori) dan tingkap oval.
  3. Tingkap oval akan mentransmisikan getaran menuju koklea hingga menggetarkan cairan limfa di dalamnya.
  4. Getaran cairan endolimfa pada skala vestibuli akan menggetarkan membran basilar pada organo korti (organ utama transduksi suara menjadi impuls). Membran basilar bersifat tonotopic, artinya setiap frekuensi akan beresonansi pada area tertentu.
  5. Pergerakan pada membran basilar akan menyebabkan rambut reseptor auditori menyentuh membran tektorial dan terbentuklah impuls.
  6. Impuls tersebut akan ditransmisikan sepanjang saraf vestibulokoklear (CN VIII) menuju keotak untuk diterjemahkan menjadi suara.
Kelainan pada Indra Pendengaran
  1. Tuli konduktif, yaitu ketidakmampuan mendengar suara karena gangguan transmisi getaran menuju koklea. Tuli konduktif dapat dicegah dengan menjaga kebersihan telinga dan tidak memasukkan benda asing ke dalam telingan termasuk jari tangan. Pengobatan dapat dilakukan dengan merujuk ke spesialis THT untuk mendapatkan diagnosa lebih lanjut dan pengobatan yang tepat.
  2. Tuli saraf, yaitu ketidakmampuan mendengar suara karena kerusakan pada organo korti, saraf vestibulokoklear ataupun pada pusat pendengaran di otak. Tuli saraf dapat dicegah dengan menggunakan pelindung telinga ketika berada di lingkungan bising seperti di pabrik. Pengobatan tuli saraf akibat kerusakan organo korti dapat dilakukan dengan implan koklea. Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dapat berkonsultasi dengan spesialis THT.
  3. Otitis media, adalah infeksi pada telinga biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada telinga. Otitis media ditandai dengan akumulasi cairan pada rongga timpani (telinga tengah). Otitis media biasanya terjadi karena disfungsi saluran Eustachius. Otitis media umumnya ditandai dengan timbulnya nyeri pada telinga tengah, namun dibutuhkan diagnosa lebih lanjut. Otitis media dapat diobati dengan memberikan antibiotik ataupun menggunakan anaestetik dan analgesik untuk mengurangi nyeri. Otitis media umumnya akan hilang dengan sendirinya.


4 Indra Pengecap

Lidah merupakan organ yang berfungsi untuk mengenali rasa. Permukaan lidah memiliki struktur kasar, karena permukaan lidah memiliki tonjolan-tonjolan kecil yang disebut dengan papila. Berdasarkan bentuknya papila lidah terbagi menjadi empat, yaitu: papila filiformis, papila fungiformis, papila foliata dan papila sirkumvalata. Bentuk lidah dan jenis-jenis papila dapat dilihat pada Gambar 21 berikut.

Gambar 21. Struktur, Jenis dan Letak Papila Lidah (Sumber: sciencesource.com)

Pada papila lidah terdapat banyak reseptor pengecap. Papila filiformis merupakan papila yang paling umum ditemukan pada lidah. Papila ini berukuran kecil dan berbentuk seperti batang dan banyak ditemukan pada pangkal lidah. Papila ini tidak memiliki reseptor rasa namun dapat merasakan sentuhan.

Papila fungiformis adalah papila yang memiliki bentuk seperti jamur. Papila ini ditemukan pada bagian atas lidah tersebar diantara papila filiformis, dan banyak ditemukan pada ujung dan tepi lidah. Papila fungiformis memiliki reseptor rasa pada permukaan atasnya.

Papila foliata berbentuk seperti lipatan vertikal pendek dengan bumbungan seperti daun. Papila foliata ditemukan pada sisi lidah bagian belakang. Papila foliata bisa terdiri dari empat hingga lima lipatan. Papila ini ditutupi oleh sel epitel tanpa keratin sehingga berstruktur lembut. Papila ini memiliki reseptor pengecap yang tersebar di permukaannya.

Papila sirkumvalata berbentuk seperti kubah. Reseptor pengecap pada papila ini terletak pada lekukan dalam (lihat Gambar). Papila sirkumvalata bagian belakang diatur oleh saraf kranial aferen IX (Glossofaringeal). Sedangkan dua hingga tiga di depannya diatur oleh saraf kranial aferen VII (Fasial). Hal ini terjadi karena bagian posterior dan anterior lidah diatur oleh dua saraf kranial yang berbeda.

Lidah dapat mengecap empat rasa dasar, yaitu: manis, asin, asam dan pahit. Semua jenis rasa tersebut dideteksi oleh reseptor yang berbeda. Sebelumnya, masing-masing rasa dikelompokkan pada area yang berbeda pada lidah. Rasa manis memiliki reseptor pada ujung lidah, rasa asam pada sisi lidah bagian depan, rasa asin pada sisi lidah bagian belakang dan rasa pahit pada pangkal lidah. Namun pengelompokan area ini tidak digunakan lagi karena setiap reseptor rasa dapat ditemukan hampir pada seluruh pemukaan lidah.

Pada tahun 1908 Kikunae Ikeda mengajukan umami sebagai salah satu rasa dasar. Hal ini menjadi perdebatan di kalangan ilmuan hingga pada tahun 1985 istilah umami digunakan sebagai istilah ilmiah untuk rasa sedap. Umami dikelompokkan menjadi salah satu dari rasa dasar karena memiliki reseptor sendiri yang peka terhadap makanan yang mengandung glutamate. Reseptor rasa umami tersebar di seluruh permukaan lidah. Glutamate akan memberikan rasa umami yang lemah dalam bentuk asam glutamik. Namun akan memberikan rasa yang kuat dalam bentuk garam (glutamate). Sehingga penambahan garam dan meningkatkan rasa umami pada makanan.

Mekanisme Pengecapan pada Lidah
  1. Zat makanan yang dimasukkan ke dalam mulut dilarutkan oleh saliva (ludah).
  2. Zat makanan terlarut akan melakukan kontak dengan rambut-rambut reseptor rasa pada papila lidah hingga menimbulkan impuls.
  3. Impuls tersebut akan ditransmisikan menuju otak melaui saraf kranial aferen VII atau IX tergantung lokasi papila yang menerima rangsangan.
  4. Impuls akan diinterpretasikan menjadi rasa oleh korteks gustatori pada otak.
Kelainan dan Penyakit pada Lidah
  1. Lidah geografis, adalah keadaan dimana lidah membentuk batas-batas merah yang dikelilingi oleh bagian putih sehingga terlihat seperti pulau-pulau. Penyebabnya masih tidak diketahui. Penderita akan merasakan sensasi terbakar namun biasanya tidak menyakitkan.
  2. Trauma, timbulnya bekas luka pada lidah akibat luka karena goresan, tergigit, melepuh, atau terkena senyawa tertentu.
  3. Tumor lidah, yaitu pembengkakan pada lidah akibat pertumbuhan sel abnormal. Tumor lidah biasanya tumbuh pada bagian tepi atau bawah lidah.


5 Indra Peraba

Organ yang berfungsi sebagai indra peraba adalah kulit. Kulit berfungsi untuk melindungi hampir setiap permukaan luar tubuh. Selain itu kulit juga berfungsi sebagai mekanoreseptor dan termoreseptor. Kulit dilengkapi dengan beberapa jenis reseptor khusus sebagai berikut.
  1. Korpus meissner, reseptor sentuhan ringan dan tekstur. Terdapat pada bagian kulit yang tidak memiliki rambut.
  2. Keping merkel, reseptor sentuhan ringan dan bentuk permukaan benda. Terdapat pada membran basal dan folikel rambut.
  3. Korpus pacini, reseptor tekanan kuat, getaran kuat dan regangan. Reseptor ini terletak pada bagian subkutan.
  4. Korpus rufini, reseptor sentuhan kuat.
  5. Korpus krause, reseptor tekanan dan suhu.
Struktur dan bentuk reseptor pada kulit dapat dilihat pada Gambar 22 berikut.

Gambar 22. Irisan Melintang Kulit Manusia (Sumber: utdallas.edu).

Secara struktural kulit dapat dibagi menjadi tiga lapisan, yaitu: epidermis, dermis dan endodermis (subkutan). Epidermis merupakan bagian terluar dari kulit. Epidermis disusun oleh beberapa lapis sel, yaitu: stratum korneum, stratum lucidum, stratum granulosum, stratum spinosum dan membran basal (stratum basal). Lapisan epidemis kulit manusia dapat dilihat pada Gambar 23 berikut.

Gambar 23. Lapisan Kulit Manusia (Sumber: wikipedia.org).

Kelainan dan Penyakit pada kulit
  1. Campak, penyakit ditandai dengan munculnya ruam-ruam merah pada kulit. Campak disebabkan oleh infeksi Paramixovirus. Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi vaksin MMR. Tidak ada pengobatan khusus untuk campak, apabila terjadi infeksi dapat diatasi dengan membrikan antibiotik.
  2. Kanker kulit, kanker kulit terjadi akibat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam jaringan kulit. Sel-sel kanker ini dapat menjalar ke organ terdekat lainnya jika tidak segera diobati. Kanker kulit dapat disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet, sinar X dan senyawa kimia tertentu. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan krim kulit dengan UV Protection (SPF). Pada kasus berat, diperlukan operasi pengangkatan sel kanker. Apabila terdeteksi secara dini, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi imun, kemoterapi kulit, terapi fotodinamik dan cryosurgery (pembekuan sel kanker).